Hitungan Tanpa Angka
Suatu ketika tatkala sang surya menapaki dedaunan yang berembun, membangunka pagi yang masih terlelap, mengitari dunia yang masih mendengkur, dan membuka jendela hari dengan semangatnya, saat itu pula si didu dengan segenap semangatnya yang telah pudar berangkat menuju tempat kerja dengan gontai. dia masih memikirkan nasibnya sendiri. fikirannya masih kosong, hatinya masih bergemuruh berperang dengan perasaanya sendiri. pagi itu memang bukan pagi yang menggembirakan buatnya. masih terngiang jelas bagaimana neneknya dengan tegas melarangnya behubungan denga laki-laki yang selama ini jadi penyemangat kerjanya. Berkat laki-laki itu Didu bersemangat lagi bekerja setelah sebelumnya Didu tak tahan dengan pekerjaanya dan ingin keluar dari pekerjaanya. Namun setelah dia dipindahkan dibagian lain, bertemulah Didu dengan laki-laki kurus, berperawakan gontai, muka yang agak sedikit imut meski agak pahit yang selanjutnya menjadi rekan kerjanya. Mulailah dia menikmati hari-harinya dengan sediki...