Saat Aku Ingin Sendiri
Rebah sudah letihku untuk berjuang, berkutat dalam derasnya arus globalisasi, yang memaksaku untuk terus berfikir positif. Sejenak ku singsingkan lengan bajuku, untuk sekedar berimajinasi akan hasil perjuanganku selama ini. meski nanti hasilnya tidaklah sama dengan imajinasiku, namun setidaknya aku bisa tersenyum sejenak. Ku rabai derasnya arus pergaulan, sedikit demi sedikit. hingga aku bisa menafsirkan betapa kejamnya pergaulan bebas. tak ayal itu membuat banyak orang salah menafsirkan kenapa itu bisa terjadi pada remaja zaman sekarang. Saatnya aku menyendiri, merenungi nasib yang tak kunjung berubah, merenungi kisah pahit perjalanan cintaku yang selalu berujung pupus, merenungi akan kebesaran Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Saat aku ingin sendiri, menghabiskan khayalanku bersama gemerlapnya bintang, dan saat aku menikmati indahnya malam. Saat yang selalu ku lalui ketika aku benar-benar buntu, ketika permasalahan tak kunjung usai, inilah saat yang selalu ku habiskan bersama segelas...