Ternyata Jatuh itu Sakit
Hidupku penuh dengan liku-liku. Berbagai rasa sudah aku alami. Suka, duka , canda, tangis, tawa, bahagia. Pernah diatas, juga pernah dibawah sampai titik nadir. Bermula sat aku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan ku di pulau seberang, Kalimantan. Tanpa dipikirkan masak-masak, tanpa persiapan bekal, tanpa didasari oleh hal-hal yang sangat mendasar. Keputusan yang akhirnya kusesali karena kubuat dengan terburu-buru. Hingga aku terlunta-lunta pasca pulang dari Kalimantan. Pemasukan tak ada, pekerjaan tak punya. Sampai beberapa waktu yang cukup lama hal ini kualami. Sebenarnya Istriku pun tak setuju ketika aku memutuskan berhenti dari pekerjaan itu, disiisi lain Tak ada jaminan diluar sana tersedia pekerjaan pengganti. Di Kalimantan, istriku sudah merasa nyaman. Memiliki Tetangga yang baik yang sudah seperti saudara, juga karena istriku sudah punya geng sosialita. Merasa berat meninggalkan Kalimantan untuk pulang kampung ataupun pindah kemanapun. Aku pula...