aKu AdA
reruntuhan itu menghantamku di balik kacaunya fikiranku. tak terasa aku menangis di tepian sunyi, mengiringi luka yang tak pernah berakhir. di hadapan kilaunya kuil cinta, langkahku terhenti serentak, tanpa ada suatu kata. menyusuri setiap penjuru jiwa, ku temukan setitik rasa yang tak pernah hilang, telah tertanam senyum abadi di dalam jiwa ini.
untukmu Cinta, aku merintih di antara serpihan hati, di atas reruntuhan rindu yang tak pernah berlabuh, di balik puing-puing kasih sayang yang tak pernah sampai. ku bertahan dalam diam, membalut luka perlahan-lahan seiring waktu yang terus berjalan, ku berharap datang menerangi jalanku yang kegelapan, untuk menuju masa depan yang lebih benderang.
untukmu Cinta, aku merintih di antara serpihan hati, di atas reruntuhan rindu yang tak pernah berlabuh, di balik puing-puing kasih sayang yang tak pernah sampai. ku bertahan dalam diam, membalut luka perlahan-lahan seiring waktu yang terus berjalan, ku berharap datang menerangi jalanku yang kegelapan, untuk menuju masa depan yang lebih benderang.
Komentar
Posting Komentar