Saat menyendiri

Gue gak abiz fikir, apa yang nyebabin vacar gue begitu. napa dia datang hanya buat gue sakit hati. napa saat gue udah sangat sayang ma dia, dia gak prnah ngerti perasaan gue. kasih sayangnya hanya sesaat, selebihnya dia hnya buat gue selalu mengalah.

Gue gak pernah merasa sepenuhnya di cintai ma orang2 yg prnah jd vacar gue. Gue ngerasa hanya di jadikan pesinggahan sementara. lagi2 gue terjebak dalam buaian cinta yang semu dan menyesatkan. gue udah berusaha ngertiin dia, tapi napa balasan nya seperti ini.

Seakan remuk dan remuk hati ini jika memang ini terjadi. dan gue gak akan pernah maafin dia. Cukup udah luka yang gue rasain.

Rasa ini kian tak menentu, di balik luka ku tersenyum. di pinggiran jalan ku termenung, memikirkan nasib seorang insan, yang hidup penuh dengan cobaan. ku berdiri mnatap sepi, terpaku sendiri di penghujung jalan ini.

ku ingin ungkapin kesedihan ini, pada alam ku berbisik, pada angin ku berpesan, sayangi dia selalu, seperti diriku yang slalu menyayangi dirinya. pada bintang ku sampaikan, terangi dia seperti saat kau meneranginya disaat bersamaku. pada malam ku ungkapkan sejuta rasa yang sedang tak menentu.

Aku terlalu sering mengalami kekalahan, dan setiap saat aku harus bangkit dan bangkit lagi. tak mengapa, aku menerimanya. bahkan aku bersyukur karna aku tak lagi merasakan pedihnya kekalahan. selain tantangan yang harus di lewati, dan itu menjdikan aku tahan uji, untuk menjadi lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaya Baru KAKA ALAZHARRY

Peramal Itu Bernama Jumbo

AKU DAN DUNIAKU