Lamunanku
rasa bersalah terus membayangi langkahku, rasa menyesal tak kunjung pergi, di balik remang bulan ku tiupkan seulas senyuman, senyum hambar yang tak mempunyai arti. sementara mimpi masih ku genggam erat, di pelupuk mata kesedihan begitu menyayat, sebatas rona ku mampu berucap, berdiri kokoh di tengah gelap.
sunyi,,,,,,,
sepi,,,,,,,,
melintasi sejuta rasa yang tak terbatas
menghinggapi hati yang terus bermimpi
angan2 yang terus menjadi kenangan
dan membawaku pada titik kesunyian
andai luka tak meradang
andai mimpi jadi kenyataan
jika rasa tak terselubung dendam
di nanti pun akan terus berkembang
indahnya mentari tak ku lihat kini
sejuknya embun tak ku rasakan lagi
sejuta warna yang berseri telah terganti
oleh satu dilema yang terus menghantui
aku terus bernyanyi pilu, dalam sekejap aku telah tertegun oleh kesepianku, di iringi lirih kata yang terucap dari bibirku, dan perlahan ku berkedip menyapu air mata yang mulai menetes dari pelupuk mataku. aku masih terus bernyi sendu, pikiranku terbang ke masa lalu, yang terkadang aku tersenyum mengingat keindahan, dan terkadang menangis mengingat kesedihan. masa yang penuh sejarah dalam hidupku, yang kadang bisa membangkitkan semangatku, tapi tak jarang malah mematahkan semangatku.
sedikit rasa telah hilang, seulas cahaya tak lagi benderang, iringan mata terpancar di segenap asa yang telah pupus, menari perlahan tanpa terkendali, dan terus,,, terus,,,dan teruss,,,
semula ku tak berfikir akan terjadi seperti ini, namun apa daya semua telah terjadi seperti air mengalir yang tak dapat di bendung,terus membesar seperti bola salju, dan menyeret orang2 yang tak seharusnya turut serta. aku mulai membatasi garak langkahku, agar tak ada lagi luka yang mungkin timbul, dan akhirnya aku terdiam dan terdiam lagi. namun fikiranku masih melayang, memikirkan apa yang seharusnya aku lakukan.
di sekeliling ku lihat sayup, sepi suasana menambah kerancauan hati, alam mulai tertidur, dan bulan mulai berlalu.
dingin mulai menjalar ke seluruh tubuhku, dan aku mulai merasakan hawa yang sudah tak bersahabat. ku mulai menguap tanda kantukku udah gak bisa ku tahan. aku beranjak dari tenpat dudukku, dan ku basuh mukaku dengan air wudhu untuk menenangkan istirahatku. dan aku berdo'a pada yang kuasa agar aku di beri kekuatan dalam menjalani hidup yang maha berat ini.
aku terlelap.............
sunyi,,,,,,,
sepi,,,,,,,,
melintasi sejuta rasa yang tak terbatas
menghinggapi hati yang terus bermimpi
angan2 yang terus menjadi kenangan
dan membawaku pada titik kesunyian
andai luka tak meradang
andai mimpi jadi kenyataan
jika rasa tak terselubung dendam
di nanti pun akan terus berkembang
indahnya mentari tak ku lihat kini
sejuknya embun tak ku rasakan lagi
sejuta warna yang berseri telah terganti
oleh satu dilema yang terus menghantui
aku terus bernyanyi pilu, dalam sekejap aku telah tertegun oleh kesepianku, di iringi lirih kata yang terucap dari bibirku, dan perlahan ku berkedip menyapu air mata yang mulai menetes dari pelupuk mataku. aku masih terus bernyi sendu, pikiranku terbang ke masa lalu, yang terkadang aku tersenyum mengingat keindahan, dan terkadang menangis mengingat kesedihan. masa yang penuh sejarah dalam hidupku, yang kadang bisa membangkitkan semangatku, tapi tak jarang malah mematahkan semangatku.
sedikit rasa telah hilang, seulas cahaya tak lagi benderang, iringan mata terpancar di segenap asa yang telah pupus, menari perlahan tanpa terkendali, dan terus,,, terus,,,dan teruss,,,
semula ku tak berfikir akan terjadi seperti ini, namun apa daya semua telah terjadi seperti air mengalir yang tak dapat di bendung,terus membesar seperti bola salju, dan menyeret orang2 yang tak seharusnya turut serta. aku mulai membatasi garak langkahku, agar tak ada lagi luka yang mungkin timbul, dan akhirnya aku terdiam dan terdiam lagi. namun fikiranku masih melayang, memikirkan apa yang seharusnya aku lakukan.
di sekeliling ku lihat sayup, sepi suasana menambah kerancauan hati, alam mulai tertidur, dan bulan mulai berlalu.
dingin mulai menjalar ke seluruh tubuhku, dan aku mulai merasakan hawa yang sudah tak bersahabat. ku mulai menguap tanda kantukku udah gak bisa ku tahan. aku beranjak dari tenpat dudukku, dan ku basuh mukaku dengan air wudhu untuk menenangkan istirahatku. dan aku berdo'a pada yang kuasa agar aku di beri kekuatan dalam menjalani hidup yang maha berat ini.
aku terlelap.............
Komentar
Posting Komentar