Aku mengitari jejal langkahku, menitikan bekas yang terlalu sulit untuk kuhapus. Diantara rerumputan itu, ku letakkan sedikit sisa asaku agar kembali normal, yang sekian lama terasa down karena masalah itu. Masih sama seperti saat aku menginjakkan kaki dibumi, duniaku terasa sempit. Berulang kali aku membuka mata, melihat seluruhnya isi dunia, namun tetap saja duniaku terasa sempit. aku seperti dalam bayang-bayang kelam yang terus membawaku tenggelam. Dinding-dinding kekuatanku tlah musnah ditelan sang waktu. Sisa asaku tak kuat lagi untuk aku berjuang. kini semua itu seolah tak ada lagi artinya dikala aku jatuh terjerembab dalam jurang yang teramat dalam, aku tak mampu bangkit menggelorakan semangatku lagi. Ya Tuhan..... Aku memang lemah, tak sekuat teriakanku pada orang lain agar kuat menghjadapi segala ujianmu. aku terlalu lemah untuk menghadapi semuanya. Saat mataku terbuka, melihat seluruh sudut dunia, masih kurasakan sesak didadaku. Kadang aku merasa bahagia saat ada didekatmu, n...
Komentar
Posting Komentar