Sedikit koreksi buat negri ini


Apa yang salah dari pemerintah kita. . . . ?

Kenapa semua kalangan menghujat pemerintah, seolah pemerintah melakukan kesalahan besar.

Gue jadi berfikir dan berfikir mencari akan kebenaran itu. Dan ternyata apa yang telah di nisbatkan oleh para tokoh agama dalam pertemuan lintas agama, sebenarnya memang benar adanya. Berbagai fakta menunjukkan ketidak adilan di negri yang kaya raya ini. Semua itu karena ketidak tegasan pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

Para anggota dewan pun duduk dengan enaknya di singasana senayan, yang kerjaannya membuat undang-undang tapi sering di langgar sendiri. Malahan minta di buatkan gedung mewah dengan berbagai fasilitas yang juga serba mewah, yang membutuhkan dana triliunan rupiah. Coba dana yang untuk membuat gedung DPR, di gunakan untuk memberantas kemiskinan. Setidaknya bisa meringankan beban hidup rakyat yang masih miskin.


Negara ini memang sedang kacau balau. Hukum yang seharusnya melindungi rakyat kecil, tapi malahan rakyat kecil yang selalu di hukum. Dimana letak keadilan di negri ini? 

Para koruptor, mavia hukum, mafia pajak, dan mafia-mafia lainnya yang bertengger di puncak kekuasaan, bisa dengan enaknya melenggang bebas menghirup udara kebebasan tanpa ada sesuatu tindakan apapun.
Tengok saja ulah Gayus Tambunan yang membuat gue jadi gemes. Di penjara kok bisa jalan-jalan ke Bali, Makau, Malaysia dan lainnya yang mungkin tidak ketahuan para pemburu berita. Aneh...................................................................


Hukum sudah tak lagi berarti buat yang punya duit banyak. Ya seperti gayus.
Dalam hal inilah Pemerintah dengan hak dan kekuasaanya di tuntut ketegasannya. Selama ini belum terlihat pemerintah turun ke lapangan melihat rakyat yang masih banyak mendapat perlakuan yang tidak adil dari para penegak hukum. Rakyat membutuhkan perlindungan hukum yang seadil-adilnya.

Gue jadi agak tidak bersimpati terhadap pemerintah kalu seperti ini terus keadaan negara kita. Gak terlihat perubahan yang dulu di janjikan ketika berkampanye. Masih terlalu banyak rakyat miskin di negri ini. Jangankan di pedesaan, di perkotaan pun nyata sekali rakyak miskin berkeliaran karena tidak mendapat penghidupan yang layak.

Apakan pemerintah tak pernah melihat pemandangan seperti itu?
Seharusnya kritik pedas yang di lontarkan tokoh lintas agama bisa di jadikan koreksi pemerintah akan kegaglannya memperbaiki kondisi negara ini. Kritik itu harus di tanggapi pemerintah dengan bijak, bukan menyerang balik para tokoh agama yang telah mengeluarkan kritikan. 

Coba kita berkaca, kenapa negri ini di landa berbagai bencana? Wasior belum usai, Mentawai di hempas gempa dan tsunami, mentawai belum beres, Merapi mengamuk, merapi belum mereda, bromo batuk-batuk. Dan belum lagi bencana-bencana lain yang tidak tercatat media. Ini dosa-dosa pemerintah. Dan rakyat yang menjadi  korban.

Ayolah pak beye, tunjukan ketegasanmu dalam memimpin negara ini. Tunjukkan bahwa anda dari kalangan militer yang penuh dengan ketegasan. Pecat saja para pejabat yang tidak konsisten dalam menjalankan tugasnya, sikat habis para koruptor tanpa ampun, jebloskan ke penjara para hakim dan jaksa yang memperjual belikan hukum dan tak perlu lagi basa basi. Siapapun di depan hukum sama kedudukannya, seperti yang tertulis dalam undang-undang.

Tapi kayaknya itu tidak berlaku buat mereka yang berduit. Di penjara kok bisa menikmati fasilitas mewah, bisa keluar masuk kapan saja, bisa jalan-jalan. Di mana hukum yang sebenarnya...? hukuman ternyata tidak membuat jera para pelaku tindak kriminal. Malahan semakin menjadi. Para pakar hukum hanya bisa berkomentar tanpa melakukan tindakan sebagai konsekuensinya. Gimana bisa maju negeri ini kalau seperti ini terus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaya Baru KAKA ALAZHARRY

Peramal Itu Bernama Jumbo

AKU DAN DUNIAKU