Oh PSSI...........................
Hay guys.............
wah, hari ini gak tau kenapa hati gue gundah gulana. mungkin karena tugas kuliah gue banyak yang gak selesai sesuai deadline. rencananya minggu ini gue mau abiz2an ngerjain tugas. harus di selesaikan secepatnya. itulah yang buat hati gue was-was, berperang melawan tugas.
Gue bosen tiap hari liat berita olahraga yang selalu memberitakan kekisruhan di PSSI. kapan sih kisruh ini bakal selesai.....?
dulu aja ketika nurdin halid masih menjabat, semua kalangan bersatu untuk nurunin nurdin. tapi kini, setelah nurdin tak lagi berkuasa dengan kearogannya, malahan generasi penerusnya yang rebutan tahta.
Keputusan FIFA yang menolak empat nama untuk mencalonkan diri, ternyata menjadi pemicu munculnya pepecahan. dua nama sudah menyatakan siap untuk tidak mencalonkan diri, namun dua nama lainnya masih tetap bersihkukuh bahwa keduanya masih memiliki hak untuk mencalonkan diri. dengan di dukung oleh 78 suara, kedua calon ini bersikukuh akan mencalonkan diri, apalagi di dukung oleh pendukung fanatiknya.
dari sini, gue menilai bahwa kelompok 78 memaksakan kehendak kolompok, dan di balik itu ada kepentingan-kepentingan tersembunyi. jika saja kedua calon nama itu menerima keputusan FIFA dengan legowo, pastilah kekisruhan ini akan berakhir. dan sepak bola indonesia siap untuk di perbaiki.
mungkin saja kisruh ini akan berakhir jika FIFA benar-benar menjatuhkan sangsi untuk PSSI. dan kelompok-kelompok itu akan bertepuk tangan melihat sangsi yang di jatuhkan FIFA. gue emang salah seorang yang gak setuju dengan pencalonan kedua nama itu. alasan gue, karena jika kedua nama i2 jadi orang nomor satu di PSSI, gue khawatir liga indonesia akan jadi liga ke dua di Indonesia. dan gue juga salah satu orang yang gak setuju dengan adanya liga primer. tapi gue bukan pendukung nurdin, gue hanya setuju langkah nurdin yang dulu menyatakan liga pimer sebagai liga ilegal.
emang sih, kini liga primer di bawah naungan PSSSI. tapi nanti, susunan strata liga akan membuat pusing pimpinan PSSI. secara strata, liga super adalah kasta tertinggi, di ikuti oleh divisi utama, divisi satu, divisi dua, dan divisi tiga. jika liga primer masuk dalam stata liga indonesia, pastinya akan berada di bawah divisi tiga. namun maslahnya, apa ya mau klub-klub liga primer berada di bawah divisi tiga?
pastinya klub-klub liga primer inginnya berada di atas liga super. dan itu tidak akan pernah mungkin terjadi. dan menurut gue, jika klub-klub liga primer gak mau berada di bawah divisi tiga, berarti liga primer harus di hentikan. karena tidak boleh dalam satu negara terdapat dua liga profesional.
ini masalah yang di khawatirkan FIFA seandainya dua nama itu boleh mencalonkan diri. makannya FIFA ngotot dua nama tersebut di larang mencalonkan maupun di calonkan. meski di dukung oleh 78 pemilik suara .
yang gue heran, apa sih yang di inginkan kelompok 78 yang ngotot, getol dan berniat menggugat FIFA. bukankah memaksakan kehendak termasuk perbuatan yang tercela? dan apakah hanya dua nama itu yang bisa mengembalikan sepak bola nasional menjadi lebih baik? masih banyak nama-nama yang mungkin lebih baik dari kedua nama itu.
Sudahlah, akhiri konflik ini, terima semua keputusan FIFA dengan legowo demi sepak bola nasional. hormati komite normalisasi. dan kita semua merindukan pemimpin PSSI yang bisa meningkatkan prestasi sepak bola indonesia. buka pemimpin yang ambisius yang mementingkan dirinya sendiri dan kelompok tertentu. jangan sampai FIFA menjatuhkan skorsing untuk indonesia.
guys..............
lantangkan suara kalian......
akhiri kisruh PSSI.....
wah, hari ini gak tau kenapa hati gue gundah gulana. mungkin karena tugas kuliah gue banyak yang gak selesai sesuai deadline. rencananya minggu ini gue mau abiz2an ngerjain tugas. harus di selesaikan secepatnya. itulah yang buat hati gue was-was, berperang melawan tugas.
Gue bosen tiap hari liat berita olahraga yang selalu memberitakan kekisruhan di PSSI. kapan sih kisruh ini bakal selesai.....?
dulu aja ketika nurdin halid masih menjabat, semua kalangan bersatu untuk nurunin nurdin. tapi kini, setelah nurdin tak lagi berkuasa dengan kearogannya, malahan generasi penerusnya yang rebutan tahta.
Keputusan FIFA yang menolak empat nama untuk mencalonkan diri, ternyata menjadi pemicu munculnya pepecahan. dua nama sudah menyatakan siap untuk tidak mencalonkan diri, namun dua nama lainnya masih tetap bersihkukuh bahwa keduanya masih memiliki hak untuk mencalonkan diri. dengan di dukung oleh 78 suara, kedua calon ini bersikukuh akan mencalonkan diri, apalagi di dukung oleh pendukung fanatiknya.
dari sini, gue menilai bahwa kelompok 78 memaksakan kehendak kolompok, dan di balik itu ada kepentingan-kepentingan tersembunyi. jika saja kedua calon nama itu menerima keputusan FIFA dengan legowo, pastilah kekisruhan ini akan berakhir. dan sepak bola indonesia siap untuk di perbaiki.
mungkin saja kisruh ini akan berakhir jika FIFA benar-benar menjatuhkan sangsi untuk PSSI. dan kelompok-kelompok itu akan bertepuk tangan melihat sangsi yang di jatuhkan FIFA. gue emang salah seorang yang gak setuju dengan pencalonan kedua nama itu. alasan gue, karena jika kedua nama i2 jadi orang nomor satu di PSSI, gue khawatir liga indonesia akan jadi liga ke dua di Indonesia. dan gue juga salah satu orang yang gak setuju dengan adanya liga primer. tapi gue bukan pendukung nurdin, gue hanya setuju langkah nurdin yang dulu menyatakan liga pimer sebagai liga ilegal.
emang sih, kini liga primer di bawah naungan PSSSI. tapi nanti, susunan strata liga akan membuat pusing pimpinan PSSI. secara strata, liga super adalah kasta tertinggi, di ikuti oleh divisi utama, divisi satu, divisi dua, dan divisi tiga. jika liga primer masuk dalam stata liga indonesia, pastinya akan berada di bawah divisi tiga. namun maslahnya, apa ya mau klub-klub liga primer berada di bawah divisi tiga?
pastinya klub-klub liga primer inginnya berada di atas liga super. dan itu tidak akan pernah mungkin terjadi. dan menurut gue, jika klub-klub liga primer gak mau berada di bawah divisi tiga, berarti liga primer harus di hentikan. karena tidak boleh dalam satu negara terdapat dua liga profesional.
ini masalah yang di khawatirkan FIFA seandainya dua nama itu boleh mencalonkan diri. makannya FIFA ngotot dua nama tersebut di larang mencalonkan maupun di calonkan. meski di dukung oleh 78 pemilik suara .
yang gue heran, apa sih yang di inginkan kelompok 78 yang ngotot, getol dan berniat menggugat FIFA. bukankah memaksakan kehendak termasuk perbuatan yang tercela? dan apakah hanya dua nama itu yang bisa mengembalikan sepak bola nasional menjadi lebih baik? masih banyak nama-nama yang mungkin lebih baik dari kedua nama itu.
Sudahlah, akhiri konflik ini, terima semua keputusan FIFA dengan legowo demi sepak bola nasional. hormati komite normalisasi. dan kita semua merindukan pemimpin PSSI yang bisa meningkatkan prestasi sepak bola indonesia. buka pemimpin yang ambisius yang mementingkan dirinya sendiri dan kelompok tertentu. jangan sampai FIFA menjatuhkan skorsing untuk indonesia.
guys..............
lantangkan suara kalian......
akhiri kisruh PSSI.....
Komentar
Posting Komentar