Hatiku ngilu


Hatiku kelu......
teriris perih...
dalam dan kian dalam.....
Mulai hari ini aku harus belajar Iklas. belajar mengiklaskan orang yang gue sayang untuk bersama orang lain.
ngilu rasanya hati ini. perih tak terperi. Harus ku jalani semua ini untuk kesekian kalinya. Aku harus terbiasa menjalani hari-hariku tanpa dirinya. meski berat, aku tetap harus menjalani ini semua. meski tak mudah, meski tak seindah mengingatnya dulu.
Keikhlasanku belum sepenuhnya sempurna, belum sepenuh hatiku. Rasa cemburu itu selalu datang di saat yang tidak tepat. Aku belum sepenuhnya memahami apa alasan dia melepasku, dan memilih orang laen.
Pandanganku masih remang-remang, sebenarnya masih memandang satu arah, namun tetap tak fokus. fikiranku telah kacau sperti wedus gembel merapi, meskipun sebenarnya aku hanya berimajinasi. tapi aku tak mampu menyambut gelombang tsunami yang datang secara tiba-tiba, hingga hancur lebur hatiku. remuk berkeping-keping, menjadi puing-puing sampah yang mungkin masih dapat di daur ulang lagi.
Kutatap tajam hapeku, tanganku berlarian memencet keyboar memerintah melakukan sesuatu, namun hatiku melarangnya.
"Untuk apa........?"
Aku masih tetap terpaku, menutup mataku dengan guling yang selalu setia menemani tidurku, dan bantal ber-renda "love" yang setia menampung liurku ketikaku terlelap. Masih belum beranjak untuk ber-aktivitas. aku kehilangan semangatku, Ingin rasanya ku berteriak sekencueng-kuencengnya. Namun ku urungkan niatku, aku tak ingin menggangu aktivitas orang lain hanya karna masalah pribadiku. "Aku ingin menjadi orang yang bermanfaat buat orang lain"
Ternyata aku memang lemah. aku belum mampu menghadapi ini dengan positif, selalu saja pandangan negativ yang terbayang dalam benakku.
Intinya saat ini, aku harus belajar IKHLAS menerima sesuatu.
Komentar
Posting Komentar