Ke Subang Cuma Buat Liburan

Ceritaku kali ini gak bertemakan cinta, namun tetep aja asyik buat di simak. sayang kalo baca gak sampe abiz, dijamin pasti nyesel.

Ceritanya aku dan temen-temen kelasku ngadain praktek lapangan atau sering disingkat PL. Awalnya sih tujuannya ke perusahaan-perusahaan bonafit yang ada di sekitaran bekasi. Tapi prosal yang diajukan pihak kampuzku kurang ditanggapi oleh perusahaan yang dituju. Ada yang di setujui tapi harus bulan depan, dan itu berarti gak sesuai dengan agenda kampus. ada juga yang disetujui, tapi yang disetujui gak lebih dari dua orang, dan itu berarti ada dua orang yang ditolak dari rencana empat orang disetiap perusahaan. Ada juga yang jelas-jelas ditolak, gak disetujui dan gak ditanggapi dengan berbagai alasan.

So, yang sudah pasti bisa PL hanya enam orang dari total keseluruhan 16 orang dikelasku. Itu artinya ada sepuluh orang yang belum dapat tempat PL, aku termasuk sepuluh orang itu.

Singkat cerita, sepuluh orang yang didalamnya termasuk diriku sendiri akhirnya dilempar kesubang, di daerah Serangpanjang. Ku fikir semua itu agar kita gak kecewa dengan gagalnya PL di perusahaan sekitaran bekasi. Aku pesimis akan bisa dapat banyak ilimu di subang, karena disana bukan perusahaan besar, tapi hanya gabungan kelompok tani. Info itu kudapat dari temenku yang sudah duluan kesana.

Ternyata emang bener, setelah aku dan sembilan temenku datang ke subang, kita bukan seperti orang lagi PL, tapi seperti orang lagi liburan aja. Tinggal dirumah mewah, makan tinggal makan, banyak waktu kosong dan nganggur, banyak maen-maennya, banyak waktu buat tidur, bahkan aku pernah seharian gak ada aktifitas apa-apa. cuma makan dan tidur.

Sepertinya di Subang cuma buang waktu aja, gak ada ilmu yang kita dapet. Ada sih ilmu yang bisa diambil, tapi sedikit sekali. Yang buat aku kecewa, skejul yang seharusnya dua minggu, akhirnya disusutkan hanya jadi sepuluh hari doank. Mungkin aja pihak kampus punya pertimbangan lain sehingga kita cuma dikasih tenggat waktu sepuluh hari. Sampai hari kelima, aku belum menemukan ilmu baru yang bisa ku ambil, entahlah, apa emang aku yang kurang tanggap atau emang gak ada sama sekali. Aku juga heran.

Selama aku di Subang, aku ngerasa bosen sebenarnya. lha wong gak ada kegiatan yang pasti. PL seharusnya bisa menjadi acuan buat membandingkan ilmu yang udah didapat dikelas dengan dunia kerja sesungguhnya, atau buat nyari ilmu baru. Tapi semua itu sampe sekarang hari kelima aku di Subang, belum aku dapatkan.

Tapi aku mendapat ilmu yang mungkin sering aku dengar, tapi sering aku abaikan. Kisah pak Haji, pemilik rumah yang aku dan teman-teman tempati selama di subang, telah mambuka mataku untuk kembali mengingat pesan orang tua.

Meski serasa seperti liburan, tapi ada hikmah di balik semua yang aku lakuin di subang. Aku terinspirasi oleh pesan pak haji, seperti ini pesannya.

Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hidup kita tidak akan lama. Jangan berhura-hura selagi muda, rajin-rajinlah menabung, belajarlah bisnis mulai dari hal paling kecil. Investasikan apa yang bisa kita investasikan selagi masih ada. Contoh kecilnya saja beli sepasang kambing, sodara kita atau tetangga kita di kampung yang merawat dengan bagi hasil setengah. dalam dua tahun udah berkembang, bisa aja jadi tiga, empat atau bahkan lebih.

Ku renungkan, ada benarnya juga. selama ini uang saku tiap bulan selalu habis tak berbekas, aku belum bisa mengendalikan diriku untuk tidak boros. Aku belum bisa menyisihkan sebagian uang sakuku untuk ku tabung, lebih-lebih bisa berinvestasi pada hal yang bermanfaat buat nantinya.

Aku merasakan hawa yang berbeda antara di subang, di bekasi dan di palembang. sungguh berbeda. Di subang sungguh ku nikmati suasana yang nyaman, asri dan penuh damai. hamparan bukit yang tertata rapi, sawah-sawah yang luas permai nan elok, sumber air dimana-mana, menandakan daerah ini cukup indah dan asri. Nyaman sekali buat merefress otak yang sumpek dan penat saat di Kota. Aku merasakan benar udara yang benar-benar bersih dan segar serta masih alami, sungguh hamparan alam yang molek.

Dari teras lantai dua dekat kamarku, ku lihat gugusan bukit nyomot yang aduhai, di tambah aliran sungai bak pelangi menghiasi pinngirannya, berpadu padan dengan hamparan sawah yang berundak-undak dihiasi kemilau padi yang mulai menguning. Setiap pagi kudengar kicau burung bersahut-sahutan, bersiul-siul menebar nyanyian. Saat para petani berangkat menuju sawahnya, masih kulihat sekumpulan anak kecil dengan seragam merah putih menuju sekolah didepan masjid jami' di kampung ini. Pemandangan yang hampir tak kulihat di bekasi ataupun di Palembang.

Sepuluh hari di Subang sepertinya akan menjadi sepuluh hari yang cukup mengesankan untukku. Aku merasakan ini bukan Praktek Lapangan seperti yang telah direncanakan, tapi bagiku ini adalah liburan gratis yang sungguh menyenangkan.



Bersambung....



*****

Bisnis online menggiurkan, Tanpa perlu melakukan instalasi script/software, Tanpa membuat website, Tanpa ebook bahkan TANPA Menyewa Hosting & Membeli Domain, Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dari Internet!

" Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun ". penasaran ? klik DISINI


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaya Baru KAKA ALAZHARRY

Peramal Itu Bernama Jumbo

AKU DAN DUNIAKU