Salahkah Cinta ?

Disudut jalan kota itu, ku tersendu dalam riangku, ku menangis dalam tawaku, seakan tak pernah henti badai menyiksaku. lalu-lalang orang tak membuatku renyuh, hilir mudik angin tak membuatku rapuh, namun gemerincing nada cinta yang membuatku terjatuh.

KIan pasrah kurasakan jua, dalam jerit ku basuh luka, dalam tangis ku tersenyum lara, bergelut dalam kebimbangan tiada tara, dan mengukir senyum palsu di penghujung asa. Kuterjebak dalam buaian rindu, berlari sendu meratapi kisah hidupku, mengarungi luasnya samudra cinta yang semu, dan berharap agar segera berlalu.

Cinta.....
yang dulu kupuja, kini hini hilang entah kemana. Menyisakan perih dihati tiada henti, merobek dinding jiwa tak terkira, bualanmu ternyata menggoreskan luka dalam dada. Tawamu ternyata membuatku kini tersakiti, raut wajahmu kini membuatku berhenti bermimpi.

Malam membuatku semakin rapuh, kegelisahan yang terus menghantui jalanku membuat aku terlarut dalam ketakutan yang tak berujung. meski lembar jalanku tak sesempit pandanganku, namun kekecewaan itu membuatku terlalu.

Saat semua asaku berhenti berpacu, saat ragaku tak lagi bersinergi, saat semangatku tak lagi bergerigi, saat nafasku tersenggal-senggal diujung jalan, saat semua sisa cintaku hanya puing-puing belaka, di saat itulah aku tersendu meratap tanpa henti. Berharap akan tercipta bentangan warna baru yang mampu menyinari gelapnya jalan hidupku, dan menbuatku kembali bangkit dari titik nadir.

Aku teringat, betapa manisnya cinta kala semua sedang bermekaran. meskipun pahit tak akan dirasa, meskipun sakit diabaikan saja. Yang jelek terlihat bagus, yang tak enak terasa nikmat, dan yang biasa saja terasa luar biasa.

Namun kala cinta itu layu, semua yang manis tak akan kembali terasa.Hanya puing-puing luka dan pedihnya lara yang tersisa.

Aku hanya ingin seperti dedaunan yang menghijau, yang dapat membuat dunia ini terasa sejuk. Manfaatnya dapat dirasakan oleh semua orang. Aku tak ingin mnjadi api, karna kobarannya mampu melenyapkan apapun didunia ini.

Salah siapa ketika aku terjatuh seperti ini?
Apakah kesalahan diriku sendiri ?
apakah kesalahan dia ?
ataukah cinta yang salah atas semua ini ?

Entahlah, aku tak mampu menjawabnya. menkipun beribu logika tlah kupakai untuk menafsirkannya, namun tak bisa. beribu istilah tlah kusempurnakan untuk mencoba menjelaskan, tapi memang sulit dimengerti. beribu argumen tlah kupakai untuk memberi jawaban, tapi semuanya terlalu jauh dari harapan.

Ah.......
Cinta memang biang keladinya. Andai aku tak bermain cinta, mungkin saja aku tak mengalami hal seperti ini. Namun apa mau dikata, toh semua telah terjadi. Karna semua yang kita lakukan, selalu ada resikonya. Baik buruknya harus kita terima apa adanya agar tak terlalu membebani kita.

Aku masih disudut jalan itu, masih tersendu, masih menangis, dan tak memperdulikan apapun dan siapapun. Meski malam tlah berubah gelap dan semakin larut, semilir angin terus mengikis kehangatan tubuhku, dan bibirku mulai menggigil, aku masih tak peduli. Hanya satu yang kuinginkan, Menenangkan hati ini dari tekanan.



*****

Bisnis online menggiurkan, Tanpa perlu melakukan instalasi script/software, Tanpa membuat website, Tanpa ebook bahkan TANPA Menyewa Hosting & Membeli Domain, Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dari Internet!

" Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun ". penasaran ? klik DISINI


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaya Baru KAKA ALAZHARRY

Peramal Itu Bernama Jumbo

AKU DAN DUNIAKU