BIARKAN HATI INI SELALU UNTUKMU
Entah seberapa dalam hati ini mencintaimu, mungkin tak terukur. Hatiku tlah terpaut dalam derasnya ronamu, yang selalu menghantarkan tidurku di setiap malam. Aku pun tak mengerti, sejak kapan aku mengagumimu. Mungkin sejak kita pernah disatukan dalam satu kelas pertama sekolah dasar.
Aku yakin saat itu aku belum mengerti apa itu cinta, aku belum mengerti apa itu menyayangi. Namun dirimu bisa membuat diriku menjadi mengerti akan ketidaktahuanku tentang hal ini. Mungkinkah ini adalah sebuah pertanda bahwa kelak kita akan disatukan dalam sebuah ikatan yang sakral ?
Aku berharap begitu.
Kita diperkenalkan pada saat usia kita masih belia. Kemudian kita dipisahkan oleh keadaan. Aku menjalani kehidupanku sendiri dikota B, dan kau juga menjalani kehidupanmu sendiri dikota A.
Beberapa tahun aku tak mendengar kabarmu, apalagi mlihatmu. Kau telah berubah menjadi gadis yang sangat cantik, pintar, cerdas dan mengagumkan. Prestasi yang sangat membanggakan yang kau torehkan, menjadi nilai tersendiri kala orang memandangmu. Kau memang gadis idaman.
Ketika aku kembali kekotamu untuk melanjutkan studiku, aku berharap kau juga menyusulku masuk ke sekolahku. Aku benar-benar berharap kau masuk ke sekolah yang saat itu aku belajar disitu. Namun kau melanjutkan disekolah berbeda, tak seperti harapanku.
Selama tiga tahun kita tak pernah ada komunikasi, mungkin karena kita belajar disekolah yang berbeda sehingga tak pernah ada waktu untuk kita saling bertatap muka. Meski sebenarnya jarak sekolah kita tak jauh, namun karena kesibukan atau karena hal lain aku tak pernah bisa menemuimu.
Disuatu kesempatan, aku pernah bertemu denganmu saat kau bersama ayahmu mengunjungi adikmu di suatu acara perkemahan pramuka, dan saat itu aku menjabat sebagai DKR. Aku sempatkan menjabat tanganmu, karena itulah kesempatanku bisa berjabat tangan denganmu. Kulihat senyummu sangat manis, seperti madu yang masih bergelantung di sarang lebah.
Namun itulah satu-satunya kesempatan bertemu dirimu yang bisa kudapatkan. Setelah itu, aku tak tau lagi kabarmu karena aku telah lulus. Aku ditugaskan membantu mengajar di sebuah sekolah dasar, dan kau saat itu masih kelas tiga SMA.
Setahun lamanya aku dalam masa tugas mengajar sebagi guru bantu, selama itu pula aku tak pernah berjumpa denganmu. Rasa kangen itu selalu menderaku, teringat akan senyum manismu yang selalu membayangi setiap jejak langkahku.
Singkat cerita, masa tugasku telah habis, dan aku ingin sekali melanjutkan kuliah di PTN ibukota. Aku tak tau, kalau dirimu pun ingin kuliah di PTN yang sama, yang pada akhirnya kita sama-sama lulus SNMPTN.
Takdirlah yang sebenarnya mendekatkanku dengan dirimu. Kita saling berkomunikasi dan berbagi informasi tentang PTN tersebut, Meski kita ambil jurusan yang berbeda.
Mulai saat itu, aku dan kau menjadi semakin akrab. Bahkan aku menjadi tempat curhatmu saat kau ada masalah. Begitu pun sebaliknya, kau menjadi tempat curhatku saat aku dirundung masalah. kedekatan itu semakin terasa, saat aku memutuskan untuk tidak mengambil jatah masuk di PTN, tapi aku lebih memilih masuk ke PTS. Hampir semalaman aku curhat denganmu tentang hal itu, dan kau pun setia mendengarkan curhatku dan kadang kau memberikan motivasi untukku.
Mungkin yang masih selalu ku ingat, saat kau curhat padaku tentang pacarmu. Saat itu kau diberi dua pilihan, “masuk PTN tapi putus dengan pacarmu, atau hubungan dengan pacarmu tetap terjaga tapi kau harus masuk PTS dimana pacarmu kuliah disitu”.
Pilihan itu aku yakin sangat memberatkanmu, namun kau dituntut untuk memilihnya. Dan pada akhirnya kau memilih pilihan pertama, kuliah di PTN lalu kau pun putus dengan pacarmu.
Jujur, saat kau putus dengan pacarmu aku sangat bahagia. Kenapa ? karena aku berharap bisa menjadi pengobat dukamu dan menggantikan dia. Tak bisa kupungkiri hati ini, aku sangat mencintaimu sejak kita masih sama-sama duduk di sekolah dasar. Mungkin kau tak menyadari itu, tapi aku merasakannya sampai sat ini. Aku berharap dapat masuk kedalam hatimu dan menanam cintaku di lubuk hatimu. Aku pun tak tau, apa yang membuatku jatuh cinta padamu. Haruskah ku beri alasan ? ku rasa tidak, karena cinta tak membutuhkan alasan.
Pada akhirnya harapanku tinggal harapan. Beberapa kali kau menghilang, tak bisa dihubungi sama sekali, sampai komunikasi kita putus. Tak ada kabarmu sama sekali.
Kau sempat muncul kembali beberapa kali dan menghubungiku melalui pesbuk, dan kita kembali berkomunikasi seperti dahulu. Pada kesempatan kali itu, aku utarakan semua perasaan ini padamu. Kau pun tak menyangka, aku seberani ini pada akhirnya. Namun itulah seluruh perasaanku selama ini padamu, semua kucurahkan dan tak ada yang tersisa agar kau tau bahwa aku benar-benar mencintaimu tanpa alasan.
Namun lagi-lagi kau menghilang tanpa alasan sebelum kau memberi jawaban. Aku tak mengerti dengan sikapmu. Apakah itu artinya kau menolakku ? kenapa kau tak mengatakan langsung saja bahwa kau tak mencintaiku, setidaknya itu lebih sopan dari pada menghindar lalu menghilang tanpa alasan.
Aku kecewa dengan sikapmu yang berulang kali membuatku jatuh, yang telah membawaku menikmati harapan kosong. Aku kecewa, bahkan aku membencimu bahwa kau orang yang tak berperasaan.
Namun hati ini terlalu mencintaimu. Kekecewaan itu hanya sesaat kala emosi tak terkendali. Sejujurnya aku mencintaimu, meski pada akhirnya ku tau kau tak mencintaiku. Tapi tak apa, aku bisa meraskan kebahagiaan mencintaimu, meskipun aku tak merasakan cintamu. Aku mencintaimu tulus dari dasar hatiku tanpa alasan.
Mungkin aku tak pernah bisa berhenti mencintaimu, meski aku tak bisa meraih cintamu. karena aku menyadari bahwa mencintai itu tak harus memiliki. Aku tak pernah menangisi semua ini karnamu, meski kekecewaan pernah membuatku terjatuh dilubang yang sangat dalam hingga aku sulit untuk bangkit. Namun karna mencintaimu, kini aku mengerti bahwa cinta yang tulus itu ada, yaitu mencintai tanpa harus memiliki.
KEULUSAN CINTA BUKAN SEKEDAR UCAPAN, KARENA CINTA DATANG DARI HATI TANPA BERHARAP UNTUK MEMILIKI. BILA KEGAGALAN MERAIH CINTA MEMBUAT MU RAPUH, MAKA ITU BUKAN CINTA, TAPI KEEGOISAN CINTA, KARENA CINTA TAK MENGENAL LELAH, TIADA BATAS WAKTU, TIADA KEBIMBANGAN DAN BUKAN SEBUAH PILIHAN.
JIKA KAU TANYA APA ITU CINTA ? MAKA TANYALAH HATIMU, SEBERAPA TAKUT KAU KEHILANGAN CINTA, SEBERAPA TULUS KAU MENYAYANGI, SEBERAPA SANGGUP KAU BERTAHAN, SEBERAPA IKHLAS KAU MEMBERI. JIKA SEMUA ITU TELAH TERJAWAB, MAKA KAU AKAN TAU ARTI MENCINTAI.
Semoga kau bahagia dengan pilihanmu. Aku tak pernah membencimu sedikitpun. Walau kau diciptakan bukan untukku, namun izinkan hati ini selalu
untukmu.
*****
Bisnis online menggiurkan, Tanpa perlu melakukan instalasi script/software, Tanpa membuat website, Tanpa ebook bahkan TANPA Menyewa Hosting & Membeli Domain, Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dari Internet!
" Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun ". penasaran ? klik DISINI
untukmu.
*****
Bisnis online menggiurkan, Tanpa perlu melakukan instalasi script/software, Tanpa membuat website, Tanpa ebook bahkan TANPA Menyewa Hosting & Membeli Domain, Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dari Internet!
" Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun ". penasaran ? klik DISINI
Komentar
Posting Komentar