Duniaku Sempit




Kupandangi langit ini, luas tak terbatas. Kupandangi bintang-bintang, Ramai tak bertepi. Namun kenapa duniaku seolah sempit, itu saja yang selalu kufikirkan. Berulang kali kucoba bernafas, menghirup oksigen dengan sesukaku, dan kuhempaskan karbon dioksida sepuasku. Tapi itu tak cukup untuk memberiku nafas kehidupan yang sesungguhnya.

Diantara ribuan bintang yang hadir menemaniku malam ini, kutunjuk satu bintang yang paling terang dengan kelap kelip cahayanya yang berkilau indah. Dibubuhi gugusan galaksi dengan rona yang nyentrik namun asri, dilumuri corak pelangi yang tertata rapi diangkasa, dan ku basuh mukaku dengan cahayanya yang terus membuatku meratapi malam ini penuh syahdu. Kulempari bintang itu dengan senyum simpul diwajahku, berharap dia kan membalas senyumanku.

Bintang....
Ronamu kian berpancar di bumi. Pesonamu kian menyebar ke segala penjuru negri. Aku mengagumimu sejak lama. Bahkan aku sangat berhasrat memilikimu selamanya. Kini kusadari, Bintang tlah menjadi milik orang lain, namun hasratku tetap membara untuk selalu menanti akan tawamu untukku.

Langit malam ini sangat berteman. Namun kenapa bintang tak lagi benderang menerangi hatiku? Disudut kota ini, aku mengelabuhi diriku sendiri dengan senyum kecut di bibirku. Aku sadari, ternyata aku masih mampu tersenyum.

Meski, semua ini berat ku jalani. Tak kusangka, aku tak mampu lari dari bayang-bayang bintang yang tlah menjadi milik orang lain. ingin rasanya kuhapus ingatanku tentang bintang, namun kemanapun aku pergi, bayangnya selalu mengikutiku setiap saat. Kemana lagi aku harus bersembunyi dari kejaran bayang-bayang itu? Aku tak kuasa untuk membendung rasa ini, setiap aku mengingatnya hatiku bagai tersayat sembilu. perih......

Bintang......
Dapatkah kau memberiku sedikit resep yang dapat melupakanmu?

Aku sadari, ternyata duniaku sempit, sesempit fikiranku memandang hidup ini. Bila suatu saat aku mampu menjabarkan arti perasaanku, akan ku jelaskan padamu bintang tentang apa yang selama ini menyiksaku. Tentang segenap perasaan yang terlewatkan, tentang isyarat hati yang tak terelakkan, tentang semua yang ku sebut itu cinta.

Senyummu pernah ku tulis dalam balutan nadiku, berjajar dengan bingkisan perasaan yang batal kuserahkan padamu, namun masih kusimpan rapi, karna suatu saat jika aku diberi kesempatan, bingkisan itu akan kuserahkan padamu, lengkap dengan ukiran senyummu.


Duniaku memang sempit. Menghapus bayangmu pun aku tak sanggup. berlari darimu pun akau tak mampu. Sesempit fikiranku memandang hidup, yang terasa tak sempurna tanpa hadirmu bintang disisiku......

Malam ini benar-benar ku niatkan mencoret-coret tentangmu bintang, dengan harapan aku mampu secepatnya menghapus semua tentangmu. dengan ini, aku merasa seperti seseorang yang bodoh, yang terus menyiksa diri dengan balutan asmara kadaluwarsa. Biarlah, aku tetap percaya.

Terimakasih banyak bintang......
Kau pernah menghiasi hari-hariku dengan tawamu. meski sudah sejak lama aku tak melihat itu lagi sampai malam ini.namun aku ditemani bintang-bintang yang menyebar diseluruh angkasa, laksana ribuan bola lampu pijar yang diciptakan oleh thomas alfa edison. Aku bermandikan cahanyanya, meski bukan cahayamu.








*****

Bisnis online menggiurkan, Tanpa perlu melakukan instalasi script/software, Tanpa membuat website, Tanpa ebook bahkan TANPA Menyewa Hosting & Membeli Domain, Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dari Internet!

" Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun ". penasaran ? klik DISINI


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaya Baru KAKA ALAZHARRY

Peramal Itu Bernama Jumbo

AKU DAN DUNIAKU