MERINDUNYA
Duniaku seperti kelopak mawar yang seakan menjadi pondasi bagi sang bunga. Dari kejauhan semestinya tampak lebih mentereng, namun duniaku lebih tenggelam tertutupi oleh indahnya mawar. Semenjak aku sendiri, tak punya tambatan hati, tak punya teman dekat, duniaku seolah meredup. Semangat juangku kadang timbul dan kadang tenggelam, tak konsisten. Ku jalani hari-hariku dengan tersenyum kepada saipapun untuk menghibur hatiku yang kadang kala merasakan suatu kerinduan yang hebat untuk memiliki seorang kekasih. Sebuah nama yang masih tersimpan dalam hati ini belum bisa ku hilangkan, masih mengendap dalam derasnya arus kerinduan. Kadangkala hati merintih merindunya, bertanya-tanya bagaimana kabarnya, sedang apa disana?.
Kerinduan itu yang kadang melemahkan perasaanku. Ketika mata tak lagi bertatap, ketika raga tak lagi mampu bersua, ketika lidah tak lagi saling menyapa, dia seolah tak lagi mengenalku sebagaimana dahulu. Sisa-sisa kenangan yang sidikit tersimpan di memory kadangkala membuatku ingin kembali bertemu dengannya. Namun itu tak mudah, kini dia telah ada yang memiliki, bukan aku tapi orang lain. Sebenarnya hati ini belum bisa merelakan, namun semakin aku tak rela hatiku semakin sakit. Mungkin satu-satunya cara setidaknya untuk mengurangi rasa sakit ini aku harus bisa belajar merelakannya bersanding dengan orang lain, meski tak sempurna.
Kesempurnaan akan tercipta ketika hati ini benar-benar mengikhlaskan dan turut merasakan kebahagiaannya. Namun itu bukan perkara mudah untuk ku. Setidaknya aku telah berusaha dan akan terus mencobanya sampai aku benar-benar bisa merelakannya.
Cinta kadangkala dapat menimbulkan dampak positif bagi siapapun, tapi tak jarang menimbulkan dampak negatif yang lebih menyeramkan. Ketika cinta tak lagi menjaga kesucian dan nilai-nilai cinta itu sendiri, cinta akan membawa siapapun kedalam hal-hal negatif.
Ah.... aku terlalu sering membicarakan cinta, padahal aku sendiri belum memahami cinta sesungguhnya. terlalu konyol bila terus ku tulis hal-hal yang berbau cinta. Aku hanya ingin berbagi tentang segenap perasaanku yang setiap malan selalu merindunya untuk hadir disini. Menemaniku menjalani hari-hari yang penuh misteri. Seonggok rindu itu kadang menghancurkan semangatku untuk berbuat hal yang menjadi rencanaku. Rindu itu merusak jati diriku hingga aku lupa akan tujuanku disini. Sungguh ironi.......
Namun aku tak sendirian. Diluar sana banyak orang sepertiku menjalani dan merasakan hal yang sama seperti apa yang ku rasakan. Sepertinya demam rindu akan melanda seluruh penjuru dunia.
Kawan....
Apakah kau prnah mengalami hal yang sama sepertiku ? merindu pada seseorang yang dulu menjadi belahan jiwamu, namun kini menjadi milik orang lain? apa kau merasakan hal yang sama denganku, merasakan perih yang tak bisa diungkapkan. Meskipun kau telah mendapatkan penggantinya, namun kau masih menyimpan namanya di hatimu, apa yang kau rasakan ? samakah denganku ?
Itulah yang saat ini aku alami. Sudah cukup lama dia tak lagi menjadi bagian hidupku lagi, dan telah beberapa hati pernah mengisi kekosongan untuk menggantikannya, namun tetap saja aku masih menyimpan namanya di hati dan tak ku lupa, bahkan terlalu sering aku merindunya. Aku masih berhaprap dia kembali padaku.
****
Bisnis online menggiurkan, Tanpa perlu melakukan instalasi
script/software, Tanpa membuat website, Tanpa ebook bahkan TANPA Menyewa
Hosting & Membeli Domain, Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan
ribu bahkan jutaan rupiah dari Internet!
" Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun ". penasaran ? klik DISINI
" Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun ". penasaran ? klik DISINI
Komentar
Posting Komentar