Sepenggal kisah lama



Sebenarnya masa lalu itu bukan untuk dilupakan begitu saja. Masa lalu ibarat sejarah yang bisa kita ambil pelajarannya untuk masa yang akan datang. Seperti pepatah bilang, “sejarah adalah guru yang terbaik”. Kenapa bisa begitu, karena sejarah mengajarkan kita untuk menjadi lebih baik lagi di masa depan. Bila masa lalu banyak kesalahan, maka diperbaiki di masa depan, agar kita tak mengulanginya kesalahan yang sama dimasa depan. Itulah masa lalu.

        Setiap orang memilika sejarah dan masa lalunya masing-masing. Suka, duka, senang, kecewa, sedih, bahagia, itu adalah sebagian cerita masa lalu dan setiap orang pernah mengalaminya. Hanya jenis dan ceritanya yang berbeda, karna setiap orang pasti memiliki cerita masa lalu yang berbea-beda.

        Apalagi soal cinta. Setiap orang memiliki lika-liku dan jalan cerita cinta yang berbeda apabila di buat sebuah novel pastilah akan jadi jutaan bahkan milyaran judul. Sangat luas bukan, padahan hanya satu tema, yaitu cinta. Coba bila dengan tema lain, pastilah tak terhingga hasil karya manusia. 

  
  Kisah lama mengajarkan kita berbagai hal tentang kehidupan. Masa lalu membuat kita lebih mengerti bahwa waktu itu sangat cepat berlalu dan tak dapat diulangi lagi. Bagaimanapun sakitnya masa lalu dan kisah lama, semua itu merupakan guru yang terbaik. Kita dituntut untuk tak mengulanginya lagi dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang. Jika kita mengulangi kesalahan yang sama, betapa kita seperti orang bodoh yang jatuh dua kali di lubang yang sama, ibaratnya seperti itu.

Mungkin sebagian orang masih meratapi masalalunya yang kelam, dan mungkin sebagian lagi menangisi masa lalunya yang tak dapat diulang, dan yang lain lagi masih meraba-raba seperti apa masa lalunya. Dia tak mengerti masalalunya pahit atau manis, karena sebagian hidupnya mungkin hanya untuk mengejar sesuatu yang tak berguna. Bermacam-macam impian orang dan bermacam-macam pula hasil yang di capai setiap orang.

Kisah lama yang terlialu manis mungkin setiap orang ingin mengulanginya lagi. Sama halnya denganku, aku ingin mengulangi kisah lama yang dulu merekah dijiwa, di hiasi berjuta lampion, di temani berjuta bintang, dan mengangkasa di awang-awang. Seperti tak ingin berkhir dengan cepat semua itu, namun apadaya, waktu telah mengikisnya menjadi puing reruntuhan yang kini hanya tinggal kenangan. Namun setidaknya aku pernah merasakan indahnya dan bahagianya masa lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaya Baru KAKA ALAZHARRY

Peramal Itu Bernama Jumbo

AKU DAN DUNIAKU