Serpihan rindu untuk mantanku
Dulu aku mengagumimu. Dulu
aku juga memujamu sepajang waktu. Dan dulu kau menjadi sebagian hidupku dan
penyempurna sebagai pengisi hari-hariku.
Memang kini tak seperti
dulu, saat semua masa itu kita lewati bersama penuh bahagia, seolah tak ada
yang bisa mengganggu kehidupan kita berdua. Itu dulu.... dulu sekali.
Entah kau masih mengingatnya
atau tidak. Mungkin kau mengikuti kata pepatah, yang lalu biarlah berlalu, tak
perlu di ingat lagi. Tapi tidak bagiku. Masa lalu selalu saja asyik untuk di
kenang. Entah itu yang manis maupun yang pahit dan terlalu pahit sekalipun.
Bila masih ada setitik
rindu, simpanlah. Mungkin suatu saat kau bisa memberikanya. Bila ada sedikit
kangen, bingkailah, mungkin suatu saat kau bisa bertemu di masa yang tak lagi
sama seperi dulu kala. Semua akan berbeda dan sangat berbeda. Mungkin hiasan
cinta yang dulu membumbung tinggi dan melayang-layang di angkasa tak lagi
berlarian, hanya sepucuk jari kelingking saja yang tersisa. Yah... untuk waktu
yang tak mungkin lagi.
Mantanku, salam kangen
selalu. Maaf bila ini membuat psangan barumu cemburu. Bukan itu maksudku, aku
hanya sekedar menyapamu lewat dunia maya ini. Tak ada maksud apa-apa dibalik
itu. Dan akupun kini telah memiliki pasangan yang sesuai. Meski bukan dirimu
lagi. Aku pun tak ingin membuat pasanganku cemburu dengan tulisanku ini. Hanya
sekedar serpihan rindu yang masih berserakan, karna aku belum sempat
membersihkanya.
Aku ingin minta maaf padamu,
jika selama kita bersama aku banyak melakukan kesalahan padamu. Meski di akhir
hubungan kita kaulah yang memintanya. Tahukah kau ? saat itu aku seperti orang
gila saat kau tiba-tiba meminta untuk mengahiri semua tanpa kau beri alasan
yang jelas. Butuh waktu yang lama untuk ku bangkit. Dan selama itu pula aku
hidup dalam ketidakjelasan cinta, seperti hidup segan mati tak mau.
Tapi dengan itu, kau
mengajariku bagaimana bangkit dari keterpurukan. Dan karna itu pula, aku bisa
belajar lebih menerima lagi dengan kehidupan ini. Tak kupungkiri, mungkin
kaulah orang yang paling ku benci didunia ini saat itu. Tapi selama aku
membencimu, rasa sakitku tak pernah hilang. Maka kuputusan tak lagi membencimu,
meski kadang rasa sakit itu kambuh saat mendengar namamu, namun tak separah
saat setiap waktu membencimu.
Kini semua telah berlalu
laama, lama sekali. Dan aku pun sudah melupakan kejadian itu. Namun malam ini
tiba-tiba aku mengingat semua itu saat bersamamu. Kadang aku tersenyum, kadang
aku tertawa, kadang aku meangis. Sangat fluktuatif sesuai dengan kejadian yang kualami
saat itu.
Kala semua rasa dihimpit
oleh cinta yang tak lagi merekah, maka kebencianlah yang akan muncul. Meski
dibumbui berjuta mawar nan berkelopak indah berseri sekalipun, cinta itu sudah
terasa hambar. Bahkan tak berasa. Itu lah keadaan saat itu, saat kau
meninggalkanku dengan puing-puing cinta yang telah runtuh.
Aku bendiri di atas
puing-puing itu, meratapi setiap serpihan yang tersisa. Tak ada lagi ku temukan
cinta, tak ada lagi ku temukan sayang. Semua telah menjadi debu yang memuai.
Itulah saat itu dimana kau meninggalkanku dan meninggalkan goresan luka dihati
ini. Memang kini telah sembuh, tapi bekas luka itu masih ada....
Salam rindu mantanku....
Setialah pada pasanganmu
yang sekarang, cintai dia sepenuh hatimu. Aku disini sudah bahagia dengan
pasanganku, tak perlu kau khawatir. Kita sudah menemukan dunia kita
masing-masing. Jadi tak ada benci yang tersisa kini. Karena waktulah yang
menghapus semua itu.
Salam rindu mantanku.....
Semoga kau bahagi jua di
sana...

Q kangen mantanku.... 😢
BalasHapusSapa Aja... Sekedar Say Hello gak Apa-apa
Hapus