Kembali ke JAlur

Klihat sekeliling tampak tak asing daerah ini, namun ada banyak perubahan disana sini. entah sudah berapa tahun aku tak kemari, yang pasti sudah agak lama. Berbagai perubahan tampak nyata, mulai dari hamparan alamnya, hingga keidupan warganya sudah jauh berubah. Akuu berdiri di depan surau yg dulu waktuku kecil sebagai tempat ku ngaji dan bermain. kini surau ini sudah terlihat megah dari segi bangunan, namun kulihat sangat miris sekali. Betapa tidak, surau semegah ini hanya diisi oleh orang tua-tua. Kubertanya dalam hati, kemana generasi mudanya ? kemana anak-anak yang seharusnya mengisi surau ini? entahlah, aku tak menemukan jawabannya.

Ekonomi masyarakatnya yang semakin meningkat tak diiringi dengan peningkatan IMTAQ nya. Siapa lagi yg akan meneruskan mengisi surau ini setelah orang tua-tua tak ada? apa hanya akan menjadi kenangan saja untuh diceritakan tampa diamalkan ? miris....

Aku kembali kesini setelah sekian lama meninggalkan daerah ini untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Mungkin karna aku berasalnya dari sini, dan akhirnya pun bakal kembali kesini lagi. meski bukan untuk menetap, tapi aku bakalan dapat gadis sini untukku jadikan istri.

Terlalu banyak kenangan disini yang memang sulit dilupakan. ada banyak hal yang menjadi cerita sampai aku kembali ke sini lagi. entahlah.... saat aku ingin menumpahkan semua kejenuhan dan ingin bercerita, aku kehilangan ide menulis. Selalu ada hal yg kadang membuat semua kenangan kembali tergambar ketika kita dihadapkan oleh hal yg memiliki hubungan dengan kenangan itu. Entah itu kenangan pahit ataupun manis tetap saja asyik untuk dikenang.

Aku kembali menemukan gadis jalur. Setelah lika-liku cintaku tak jelas, kini aku terdampar di 18. yah, semoga apa yg ku temukan menjadi bidadari dan permaisuri yg selalu setia mendampingiku sampai ajal menjemput.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaya Baru KAKA ALAZHARRY

Peramal Itu Bernama Jumbo

AKU DAN DUNIAKU