Bila Aku Rindu

 

Aku  gelisah saat tak disampingmu, rasanya seperti ditimpa durian dari pucuk menara. Aku menatap nanar setiap apa yang ku rindu namun tak bisa ku peluk. Dalam dada ini bergejolak laksana udara memeuhi ruang kalbuku, sejenak kembali mengempis, kemudian kembali menggelembung hingga berceceran tak tentu arah.

 

 Bila aku merindumu, aku hanya bisa tersenyum menatap gemerlap bintang dimalam hari. Bila aku merindumu, aku hanya bisa berbisik pada semilir angin yang tak bertuan. Bila aku merindumu, aku hanya berharap dirimu pun merasakan hal yang sama seperti apa yang kurasakan. Bila rinduku memuncak, aku hanya bisa menyanyikan lagu kesukaan mu.

 

Andai kau merasakan rindu yang sama denganku, aku akan sangat bahagia. semoga itu yang sebenarnya terjadi. Meski ragamu tak dapat kupeluk saat ini, tapi hatimu kurasakan seirama dengan hatiku. Terkadang aku seperti orang yang tak waras, saat tiba-tiba rindu itu hadir. Aku bisa sesaat menenggelamkan wajahku, memejamkan mataku, menahan nafasku, kemudian berpuisi untukmu. Meskipun kau tak mendengarnya saat aku berpuisi.

 

Rindumu, Rinduku, Rindu kita akan bermuara disaat yang tepat, diwaktu yang tepat, dan ditempat yang tepat.  Percayalah, semesta akan mendukung bila kita yakin dan percaya bahwa rindu kita akan berujung. berujung pada sebuah janji dan ikatan yang suci. 


Gelisahmu dan gelisahku lambat laun akan memudar dengan sendirinya, dimana setiap do'a yang terucap, setiap usaha yang kita lakukan, dan setiap janji yang kita jaga akan berbuah manis bila waktu yang kita nanti itu telah tiba. 

 

 





 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaya Baru KAKA ALAZHARRY

Peramal Itu Bernama Jumbo

AKU DAN DUNIAKU